RSS

INISIATIF

03 Jan

Kenapa orang perlu berinisiatif?. Nampak sekali bedanya di dalam suatu kumpulan orang-orang, mana orang yang punya inisiatif dan mana yang tidak. Biasanya mereka ini lebih menonjol dan pro-aktif dari yang lainnya. Ia bangun manakala orang lain masih bermimpi.

Inisiatif atau prakarsa adalah salah satu titik tolak mengembangkan aktivitas. Orang yang bersikap pro-aktif selalu menunjukkan hal itu, setelah menunjukkan terlebih dahulu kesediaan untuk menerima tanggung jawab tertentu, atau setelah saat ia menyadari bahwa dirinya ikut bertanggung jawab dan karenanya harus ikut melakukan sesuatu. Sementara orang yang suka melempar tanggung jawab dan mencari kambing hitam, sulit sekali diharapkan memiliki atau mengambil inisiatif.

Ukuran manusia pro-aktif bukan lahir dengan sendirinya tanpa ada proses. Proses dimaksud adalah penyelaman dan pendalaman dirinya dengan berbagai atribut gerak manusia di sekelilingnya di mana suatu strata berbeda dengan strata lainnya. Manusia yang terproses dalam implementasi pengalaman hidup, adalah manusia yang jauh lebih teruji. Karena itu, manusia yang terproses tidak akan ogah-ogahan, melakukan sesuatu seperti istilah orang sunda: puraga tanpa kadenda, asal jadi, asal-asalan, tanpa dasar niat, target dan tanpa memaknai karyanya sebagai sesuatu yang bernilai.

Pada lini dan bidang apapun, jika sudah masuk pada suatu fungsi gerak atau sistem, terutama dalam ruang organisasi, menuntut adanya keterlibatan, pelibatan diri dan memainkan sejumlah peran sesuai dengan kapasitas bakat, potensi dan keahlian. Tetapi bukan sama sekali didasarkan pada asumsi bahwa kita paling hebat dan serba bisa. Tetapi lebih karena memang kita mau menerima tanggung jawab itu. Sebab masa depan suatu tatanan – masyarakat atau organisasi – merupakan urusan seluruh stakeholdernya, kepentingan seluruh komponennya, dan karena itu menjadi tanggung jawab semuanya. Bukan urusan dan tanggung jawab seorang pemimpin saja.

Begitulah kiranya hal yang ideal dilakukan dalam sebuah organisasi Partai Politik. Ada orang yang pro-aktif. Ada inisiatif. Ada pemimpin yang mau mendengar, dan ada pengikut yang mampu kreatif mengemukakan ide-ide baru dan memprakarsai gagasan-gagasan cerdas. Bukan saling menghambat gagasan. Apalagi ketika inisiatif atau ide-ide kreatif itu muncul dari seseorang yang dianggap pemula, jauh-jauh hari sudah dianggap tidak memiliki kapasitas.

Tapi kenyataan saat ini, dalam setiap partai politik, berasas Islam maupun bukan, orang-orang idealis memang lebih banyak kecewa dan terpinggirkan. Pragmatisme tanpa ukuran merajalela. Kebanyakan lebih memilih ikut larut dalam konspirasi permainan antar maling, daripada nilai moral, hati nurani, resiko dan pengorbanan. Karena itulah pendidikan politik terhadap masyarakan tidak pernah terjadi secara maksimal. Sebab pendidikan terhadap kader-kader politisi di partai pun berlangsung kurang maksimal (untuk tidak dikatakan buruk). Ini terjadi mungkin karena kurangnya sikap pro-aktif dari kader partai itu sendiri, atau karena memang pengelolaan organisasi partai politik itu sendiri yang membatasi tampilnya bakat-bakat baru, sebab bisa mengganggu dominasi otoritas untuk mengemas skenario politik. Dan karenanya proses rekruitmen dan seleksi kepemimpinan masyarakat yang menjadi tugas partai “kehilangan banyak darah” untuk menghasilkan pemimpin yang ideal untuk menduduki jabatan-jabatan publik.

Kembali pada pokok persoalan, inisiatif berasal dari kata latin initiare yang berarti “memulai”. Dan perlu disadari bawah proses inovasi selalu dimulai dari ide. Jadi, dalam kerangka membangun suatu dasar pembangunan daerah, aset utama yang paling berharga adalah ide-ide atau pikiran-pikiran yang bebas, tetapi terukur oleh keterbukaan dan standar akuntabilitas publik. Seluruh stakeholder pembangunan daerah, terutama dalam domain politik, memerlukan pendewasaan dan pencerahan wawasan, dan melihat secara cerdas tantangan-tantangan di masa depan. Kuantitas potensi daerah yang ada di Kabupaten Sumedang, memerlukan semangat inisiatif dan gerak yang pro aktif. Terlalu riskan menghadapi percepatan teknologi dan akses informasi ke depan dengan pola-pola konservatif. * * *

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2010 in Artikel

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: